Me!

Just another WordPress weblog

Lilypie 1st Birthday Ticker

7 Responded To This Post

Gravatar Image
1. renny said in February 16, 2006

Saya seorang mahasiswi yang belajar di bidang yang sama yakni tentang teknologi pangan. Saya mau menanyakan pendapat di atas. Sepengetahuan saya, bahan dasar mi adalah terigu, dan terigu dari gandum. Jika mi digunakan untuk pengganti beras, sama dengan meningkatkan pemakaian terigu dan akhinya meningkatkan impor terigu (gandum). Bukannya kita tidak bisa menghasilkan gandum sendiri? Jadi bukannya malah akan meningkatkan biaya impor? Bukannya justru menimbulkan ketergantungan pada impor dari luar negeri? Sekian dan terima kasih.

Gravatar Image
2. standalone said in February 16, 2006

Wah, masukkan bagus neh. Kalo emang bahan dasar mie itu gandum dan kita bukanlah negara penghasil gandum….wajar saja kalo melakukan impor gandum.

Mungkin secara pangan bisa dikatakan sebagai alternatif dari nasi, namun secara ekonomi, justru menimbulkan ketergantungan menimbang kapabilitas negara kita.

Karena saya berlatar belakang Informatika, dan dalam bidang saya juga dikenal istilah dependecy atau decouple. Sebuah dependency memang harus dihindari agar masing-masing sistem mampu tetap berjalan walau sistem yang lain malfungsi.

Nice comment Ren! What do You think, Sand?

Gravatar Image
3. villany said in February 16, 2006

yup..bener banget yang dikatakan Reni, selama bertahun-tahun kita menggunakan tepung terigu dari gandum untuk bahan baku mi dan makanan lainnya dan akan terus diimpor karena kita masih terus bergantung, seolah-olah tidak ada yang layak dikonsumsi selain terigu jenis ini. Ku ada referensi nih dari suara pembaruan http://www.suarapembaruan.com/News/2006/01/08/Ekonomi/eko01.htm
ternyata udah ada mie yang dibuat dr bahan asli Indonesia yaitu sagu namanya mie Metro yang di populerkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian..sekarang tinggal komitmen Pemerintah untuk mempopulerkan mie tersebut dan mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi mie tersebut.
Duh maaf klo balasan ini tidak memuaskan hehhe dikarenakan saya minim pengetahuan tentang pangan.

Gravatar Image
4. Mel!nDa said in March 1, 2006

berhubungan dengan kasus formalin pada mie basah..ada yang tau bagaimana proses penambahan formalin pada saat pembuatan mie basah atau ikan asin atau tahu?? thanx for your info.

Gravatar Image
5. isti bachtiar latar said in November 21, 2006

negara kita emang udah terkenal sebagai negara pengkonsumsi,jadi tidak aneh jika gandum saja harus diimpor dari luar negeri.satu hal yang paling menyakitkan yaitu indonesia adalah negara yang kaya akan sumberdaya laut,tapi lagi-lagi tidak dapat di maksimalkan profit oriented nya secara keseluruhan.bayangkan tentang islandia,negara kecil di eropa timur yang luasnya “hanya” sebesar pulau bali tapi makmur dengan mengandalkan sektor perikanan.bahkan termakmur kedua di benuanya yang mengandalkan sektor ini.subahanallah!!!!!bgmn dengan indonesia????

Gravatar Image
6. elsa said in December 16, 2007

ada yang teu………….
gmana mekanisme formalin tu bisa ngawetin mi,berfungsi sbg apa? n mengikat apa ya????????

Gravatar Image
7. yohanes said in March 2, 2009

permisi, saya mahasiswa teknologi pangan tingkat akhir yang tertarik meneliti formalin pada tahu. yang ingin saya ketahui kira-kira pada konsentrasi berapa ya formalin umum digunakan pada bahan pangan?kalau ada yang memiliki referensi atau jawaban tersebut tolong email saya di yohaneschandra071286@gmail.com terima kasih untuk bantuan dan jawabannya.

Leave A Reply

Go Back To Home | FoRmALiN

 Username

 Email Address

 Website


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.