Sudah Baca TEST pACK?
Novel ini bagus..Saat ku baca novel ini bikin ketawa, nangis
Sinopsisnya kayak gini (Gapapa kan Mba Ninit Yunita novelnya ku ceritain
) :
Mengenai pasangan yang dah nikah selama 7 tahun tapi blum dikarunia anak…
Si istri dipanggil Tata, dia seorang pengacara menangani perceraian..sedangkan si suami dipanggil Kakang, seorang psikolog.
Singkat cerita Tata ini ngebet banged pengen punya anak. Mereka melakukan segala cara dari mulai membaca “K*M*S*TR*” (ya taulah panduan buat ehem) trus mengkonsumsi toge, berc*nt* berdasarkan shio,melakukan itensifikasi pernyerbukan. Tata ini usianya 32 tahun dan tentu saja usia segitu dah was-was kali ya…
Sedangkan suaminya orangnya santai dan yang membuat ku kagum ama suaminya ini sebenarnya Kakang ini pengen sekali punya anak..tapi dia melihat situasi istrinya yang sudah cemas maka dia merasa lebih kuat dari istrinya dan harus mampu membuat Tata senyaman dan setenang meungkin karena Kakang sayang banget ama Tata..Siapa sih yang lama-lama tahan melihat orang tercinta sedih dan sering menangis?? He says..
Bagi Kakang menikah dengan Tata-lah yang penting. Sejauh ini hidup “gue” tetap bahagia meski “gue” belum punya anak. Kehadiran anak yang buat cemas Tata.”Gue” cemas tapi “gue” lebih cemas klo tidak ada Tata dalam kehidupan “gue”
Getting married was not my best decision.
Gettiing married with Tata is my best decision.
(what a wonderful word !!
)
Banyak kata-kata indah di buku ini…
Singkat cerita..
Akhirnya Tata memutuskan untuk untuk pergi ke dokter kandungan…Setelah diperiksa,ternyata Tata tidak ada masalah..dan dokter minta suaminya untuk test Sp*rm*.Kakang pun d test..ternyata hasilnya infertil..Kakang bingung bagaimana memberitahu Tata mengenai hasil testnya.Kakang takut Tata bakal ninggalin dia gara2 dia infertil..Pada suatu hari tanpa sengaja Tata melihat kertas di saku celana Kakang kemudian dia baca dan terjadilah pertengkaran..Tata yang kecewa karena hasil test Kakang dimana Tata sangat mengharapkan mempunyai anak dari Kakang…Akhirnya Tata meninggalkan Kakang pergi ke rumah orang tua Tata dan ingin sendirian. Setelah kepergian Tata, Kakang merasa sangat kesepian hanya guling yang bersarungkan kaos Tata yang menemani..Kakang mengingat masa-masa di mana mereka PDKT..
Tata pun ga kalah sedihnya dengan Kakang, dia sangat merindukan Kakang.Akhirnya Tata pun tersadar bahwa dia salah meninggalkan Kakang dalam keadaan seperti itu..Singkat cerita (lagi!) Mereka balikan lagi dan Tata menerima keadaan Kakang yang ga bisa ngasih dia anak..Mereka mengadopsi anak…
——————Dari novel ini—————————————————————-
Banyak hubungan yg patah hilang berganti karena tidak memiliki komitmen.
Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah..contohnya
‘ I love her because of the way he makes me me feel’
–> Then what happens if he stops making you feel that way?
Will you still love him?
Jarang ada yang mengatakan :
“Saya sayang dia karena saya ingin sayang dia”
Itulah komitmen, sumber kekuatan bukan sesuatu yg membuat org takut menghadapinya.
Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami.Menerima dia ketika sedang tampan dan menerima manakala dia menguap dengan jeleknya saat bangun.
(Insya allah
)
Komitmen bagi seorang suami adlaah ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya selingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untk makan malam dengan istri & berbagi kisah sambil tertawa..
(hehhe…tuh para suami….)
So buat kalian buruan deh baca..emang bagus (bukan di suruh promosi loh!!)
Makasih buat yang beliin buku ini ..



hehe.. nih buku emang TOP BGT mba
udah baca “kok putusin gue?” nya Ninit Yunita blom?? bagus juga loh…